Ichsan Arsyad T / 25214065 / ichsanarsyad99.blogspot.co.id
Indah Ratna Mutia / 25214276 / veeyore.blogspot.com
Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal dikenal juga dengan sistem
ekonomi pasar. Sistem ekonomi liberal adalah
sistem ekonomi yang memberikan kebebasan
sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian
kepada masing-masing individu untuk memperoleh
keuntungan yang sebesar-besarnya.
Pada sistem ekonomi liberal, pengelolaan
perekonomian sepenuhnya diatur oleh kekuatan
pasar (yakni kekuatan permintaan dan penawaran).
Artinya individu atau swasta diberi wewenang penuh
dalam mengelola perekonomiannya. Wewenang
pemerintah dalam hal ini terbatas, mencakup
keselamatan dan kelangsungan hidup warga negara.
Seperti misal, larangan memproduksi obat bius dan
obat-obatan terlarang lainnya. Terdapat kebebasan
individu yang besar dalam melakukan kegiatan
ekonominya.
Penggagas sistem ekonomi liberal adalah Adam
Smith . Dia menuangkan idenya ini di dalam
bukunya yang berjudul The Wealth of Nation (1776).
Di dalam bukunya tersebut, Adam Smith
mengatakan bahwa “kemakmuran suatu negara akan
terwujud bila setiap individu diberikan kebebasan
yang seluas-luasnya untuk mencapai kemakmuran,
sehingga kehidupan ekonomi dapat berjalan secara
bebas sesuai dengan mekanisme pasar.
Yang menjadi latar belakang munculnya sistem
ekonomi liberal ini adalah paham yang berpendapat
bahwa manusia dilahirkan ke dunia disertai segala
macam hak dan kebebasan berupa hak dan
kebebasan untuk berproduksi, distribusi, dan
konsumsi.
Sistem ekonomi liberal dianut oleh sebagian besar
negara-negara di dunia, terutama di negara-
negara Eropa Barat, Amerika, Kanada, dan
Australia.
Untuk lebih jelasnya perhatikan ciri-ciri dari sistem
ekonomi liberal di bawah ini.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal
a. Bebas memiliki alat-alat dan sumber-sumber
produksi, baik perorangan maupun kelompok
b. Hak milik perorangan dijamin sepenuhnya
c. Kegiatan ekonomi sebagian besar dilakukan oleh
swasta
d. Campur tangan pemerintah sangat sedikit atau
terbatas
e. Modal mempunyai peran yang terpenting dalam
kegiatan ekonomi
f. Bebas bersaing dengan cara apa pun
g. Didorong oleh motif memperoleh laba sebesar-
besarnya
Kelebihan dari sistem ekonomi liberal, antara lain:
a. Setiap individu diberi kebebesan dan
kesempatan untuk berusaha
b. Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi
c. Setiap individu bebas memilih bidang usaha yang
disukainya
d. Persaingan dapat menyebabkan adanya dorongan
untuk maju
e. Produksi barang dan jasa berdasarkan kepada
kebutuhan pasar, yaitu kebutuhan masyarakat.
Adapun kekurangan sistem ekonomi liberal:
a. Kebebasan berusaha menyebabkan adanya
kelompok yang sangat dominan, sementara ada
kelompok yang lemah
b. Menimbulkan monopoli yang merugikan
masyarakat
c. Menimbulkan penindasan (eksploitasi) terhadap
manusia karena mengejar keuntungan atau laba
yang sebesar-besarnya
d. Tidak ada pemerataan pendapatan karena
setiap individu berlomba-lomba mencari
keuntungan.
Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis ini dipelopori oleh Karl
Marx , yang berawal dari penolakannya terhadap
sistem ekonomi liberal yang telah dipelopori oleh
Adam Smith . Dia berpendapat selama tuan tanah
atau pemilik modal diberikan kekuasaan dalam
mengelola ekonomi maka kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat tidak akan pernah tercapai
justeru akan terjadi perbudakan dan akan
memunculkan kelas-kelas di dalam masyarakat.
Oleh karena itu Karl Marx merancang sistem
ekonomi sosialis untuk mematahkan paham ekonomi
liberal.
Sistem ekonomi sosialis disebut juga sistem ekonomi
terpusat, karena semua pengelolaan perekonomian
sepenuhnya diatur oleh pemerintah. Jadi yang
dimaksud dengan sistem ekonomi sosialis adalah
suatu sistem ekonomi di mana seluruh sumber daya
dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan
oleh pemerintah.
Sistem perekonomian sosialis merupakan sistem
perekonomian yang menghendaki kemakmuran
masyarakat secara merata dan tidak adanya
penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran
yang merata pemerintah harus ikut campur dalam
perekonomian. Tetapi justeru karena sangat
besarnya campur tangan pemerintah,
mengakibatkan potensi dan daya kreasi masyarakat
akan mati dan tidak adanya kebebasan individu
dalam melakukan kegiatan ekonomi.
Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis
adalah negara-negara yang berideologi komunis
seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, RRC dan negara
komunis lainnya.
Adapun ciri-ciri sistem ekonomi sosialis sebagai
berikut:
a. Seluruh sumber daya dikuasai oleh negara
b. Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
c. Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan
diatur oleh pemerintah secara terpusat
d. Hak milik individu tidak diakui
Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis:
a. Semua kegiatan dan masalah ekonomi
dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah
mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya
perekonomian.
b. Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya
dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat
dilakukan dengan merata.
c. Pemerintah bisa lebih mudah melakukan
pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan
diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
d. Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam
pembentukan harga.
Adapun kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis:
a. hak milik pribadi tidak diakui,
b. potensi inisiatif dan daya kreasi masyarakat
tidak berkembang,
c. segala kebijakan pemerintah harus dilakukan
oleh rakyat dan pemerintah bersifat paternalisme.
Sistem Ekonomi Campuran
Kegagalan sistem ekonomi sosialis dan liberal
membuat kenyataan pada waktu sekarang ini tak
ada satu pun negara yang secara ekstrem
menerapkan sistem ekonomi tertentu (baik liberal
atau sosialis). Banyak negara yang menganut lebih
dari satu sistem ekonomi atau menganut sistem
ekonomi campuran. Sistem Ekomoni campuran
muncul sebagai upaya untuk mengatasi kelemahan-
kelemahan dari sistem-sistem ekonomi
sebelumnya.
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi
yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan
yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan
sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi
campuran pemerintah bekerja sama dengan pihak
swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian.
Pada sistem ekonomi campuran pemerintah
melakukan pengawasan dan pengendalian dalam
perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat)
masih diberi kebebasan untuk menentukan
kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka
jalankan. Adanya campur tangan dari pemerintah
bertujuan untuk menghindari akibat-akibat yang
kurang menguntungkan dari sistem liberal, antara
lain terjadinya monopoli dari golongan-golongan
masyarakat tertentu terhadap sumber daya
ekonomi.
Sistem ekonomi campuran banyak diterapkan di
negaranegara yang sedang berkembang, seperti
Malaysia, India, Filipina, Mesir, dan Maroko.
Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai sistem
ekonomi campuran, berikut ini ciri-ciri dari sistem
ekonami campuran.
a. Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh
pemerintah.
b. Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan,
dan menetapkan kebijaksanaan -kebijaksanaan di
bidang ekonomi.
c. Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang
ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang
ditetapkan pemerintah.
d. Hak milik swasta atas alat produksi diakui,
asalkan penggunaannya tidak merugikan
kepentingan umum.
e. Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan
sosial dan pemerataan pendapatan.
f. Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan
oleh mekanisme pasar.
Dengan demikian, dalam sistem perekonomian
campuran ada bidang-bidang yang ditangani swasta
dan ada bidang-bidang yang ditangani
pemerintah.
Sama halnya dengan sistem ekonomi lainnya, sistem
ekonomi campuran juga memiliki kelebihan dan
kekurangan. Akan tetapi, kelebihan dan
kekurangannya tergantung kepada setiap negara
dalam mengatur sistem ekonominya tersebut.
Perkembangan Sistem
Perekonomian Indonesia
1. SEJARAH PERKEMBANGAN
1. 1950-1959 : Sistem ekonomi liberal (masa
demokrasi)
2. 1959-1966 : Sistem ekonomi etatisme (masa
demokrasi terpimpin)
3. 1966-1998 : Sistem ekonomi pancasila
(demokrasi ekonomi)
4. 1998-sekarang : Sistem ekoonomi pancasila
(demokrasi ekonomi) yang dalam prakteknya
cenderung liberal
2. PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI
SEBELUM ORDE BARU
Sejak negara republik Indonesia berdiri sudah
banyak tokoh-tokoh negara yang telah
merumuskan perekonomian yang tepat bagi
bangsa Indonesia, baik secra individu maupun
melalui diskusi kelompok. Di Amerika tahun 1949
menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah
ekonomi semacam campuran tetapi telah
disepakati suatu bentuk ekonomi baru yang
dinamakan sebagai sistem ekonomi pancasila
yang didalamnya mengandung unsur penting yang
disebut demokrasi ekonomi.
Demokrasi ekonomi dipilih, karena memiliki ciri-
ciri yang positif yaitu:
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama
atas asas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi
negara dan menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara.
3. Wraga negara memiliki kebebasan dalam
meilih pekerjaan yang dikehendakinya serta
mempunyai hak akan pekerjaan dan
penghidupan yang layak.
4. Hak milik perorangan diakui dan
pemanfaatnanya tidak boleh bertentangan
dengan kepentingan masyarakat.
5. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap
warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam
batas-batas yang tidak merugikan kepentingan
umum.
6. Fakir miskin dan anak-anak terlantar
dipelihara oleh negara.
Dengan demikian perkonomian Indonesia tidak
mengizinkan adanya:
1. Free fiht liberalism, yaitu adanya suatu
kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga
memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum
ekonomi yang lemah dan terjajah.
2. Etatisme, yaitu keikutsetaan pemerintah yang
terlalu dominan sehingga mematikan motivasi
dan kreasi masyarakat untuk berkembang dan
bersaing secara sehat.
3. Monopoli, suatu bentuk pemusatan kekuatan
ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga
tidak memberikan pilihan lain pada konsumen
untuk tidak mengikuti keingian sang monopoli.
Meskipun awal perkembangan pereokonomian
indonesia menganut sistem ekonomi pancasila.
Ekonomi demokrasi dan mungkin ‘campuran’
namun bukan berarti sistem perokonomian
libelaris dan etatisme tidak pernah terjadi di
Indonesia.
Faktor-faktor penyebab beberapa sistem
perekonomian Indonesia adalah program
tersebut disusun oleh tokoh yang relatif bukan
bidangnya, namun oleh tokoh politik, sehingga
keputusan yang dibuat cenderung menitik
beratkan pada masalah politik bukan masalah
ekonomi.
Akibat lanjutan dari kegagalan diatas dana
negara yang seharusnya di alokasikan untuk
kepentingan kegiatan ekonomi justru di
alokasikan untuk kepentingan politik dan perang.
Adanya kecenderunagn terpengaruh untuk
mennggunakan sistem perekonomian yang tidak
sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.
Akibat yang ditimbulkan dari sistem etatisme
yang pernah terjadi di indonesia pada periode
tersebut dapat dilihat pada bukti berikut :
1. Semakin rusaknya sarana produksi dan
komunikasi yang membawa dampak menurunnya
nilai eksport.
2. Hutang luar negeri yang justru dipergunakan
untuk proyek mercu suar
3. PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI
INDONESIA
SETELAH ORDE BARU
Setelah orde baru mulai dilaksanakannya sistem
ekonomi yang diinginkan oleh rakyat Indonesia.
Setelah begitu sulit melalui masa penuh
tantangan dan pada akhirnya para wakil rakyat
sepakat kembali menempatkan sistem ekonomi
pada nilai yang tercantum dalam UUD 1945.
Kegiatan ekonomi selanjutnya didasarkan pada
acuan sistem demokrasi ekonomi dan sistem
ekonomi pancasila dan juga dilakukan
serangkaian rehabilitasi pada awal orde baru.
Tujuannya untuk :
1. Membersihkan segala aspek kehidupan dari
sisa faham dan sistem perekonomian yang lama.
2. Menurunkan dana mengendalikan laju inflasi
yang saat itu sangat tinggi.
Berdasarkan pada sumber yang dapat di percaya
tercata bahwa :
Tingkat inflasi tahun 1966 sebesar 650 %
Tingkat inflasi tahun 1967 sebesar 120 %
Tingkat inflasi tahun 1968 sebesar 85 %
Tingkat inflasi tahun 1969 sbesar 9,9 %
Dari data tersebut menjadi jelas mengapa
rencana pembangunan lima tahun pertama
(REPELITA 1) baru dimulai pada tahun 1969.