Rabu, 07 Oktober 2015

Pola Manajemen Koperasi



POLA MANAJEMEN KOPERASI
PENGERTIAN MANAJEMEN
          Manajemen berasal dari bahasa inggris “management” yang berasal dari kata dasar “manage”. Definisi manage menurut kamus oxford adalah “to be in charge or make decisions in a business or an organization” (memimpin atau membuat keputusan di perusahaan atau organisasi).
          Definisi Manajemen menurut Stoner adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
PENGERTIAN KOPERASI
·         Koperasi secara sederhana berawal dari kata ”co” yang berarti bersama dan ”operation” (Koperasi Operasi) artinya bekerja. Jadi pengertian Koperasi adalah kerja sama. Sedangkan pengertian umum Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang berasaskan kekeluargaan dengan maksud mensejahterakan anggota.

·         Menurut UU No. 25/1992, Koperasi didefinisikan sebagai “Badan usaha yang beranggotakan orang seorang, atau Badan Hukum Koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan”.

·         Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “ The Cooperative Movement and some of its Problems”  yang mengatakan bahwa : “Cooperation is an economic system with social content”.  artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-azas koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya.

PENGERTIAN MANAJEMEN KOPERASI
Manajemen Koperasi dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Untuk mencapai tujuan Koperasi, perlu diperhatikan adanya sistem manajemen yang baik  agar tujuannya berhasil, yaitu dengan diterapkannya fungsi-fungsi Manajemen.

PERANGKAT KOPERASI
Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 unsur (perangkat) yaitu:
a.       Anggota
Seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota, memberikan suara dalam rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baik di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota juga harus ikut serta mengadakan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi.

b.      Pengurus
Pengurus koperasi adalah orang-orang yang bekerja di garis depan, mereka adalah otak dari gerakan koperasi dan merupakan salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya suatu koperasi

c.       Manajer
Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya; mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah, bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and through people).

d.      Karyawan
Sedangkan menurut UU No. 25/1992 yang termasuk Perangkat Organisasi Koperasi adalah:
a.       Rapat Anggota
Rapat Anggota adalah tempat di mana suara-suara anggota berkumpul dan hanya diadakan pada waktu-waktu tertentu. RA merupakan forum tertinggi koperasi yang dihadiri oleh anggota sebagai pemilik. Wewenang RA diantaranya adalah menetapkan:
ü  AD/ART
ü  Kebijakan Umum Organisasi, Manajemen, dan usaha koperasi
ü  Memilih, mengangkat, memberhentikan pengurus dan pengawas.
ü  RGBPK dan RAPBK
ü  Pengesahan pertanggung jawaban pengurus pengawas
ü  Amalgamasi dan pembubaran koperasi
RA dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah anggota dan disepakati oleh lebih dari setenganh anggota yang hadir.

b.      Pengurus
Tugas dan kewajiban pengurus koperasi adalah memimpin organisasi dan usaha koperasi serta mewakilinya di muka dan di luar pengadilan sesuai dengan keputusan-keputusan rapat anggota.

c.       Pengawas
Tugas pengawas adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi, termasuk organisasi, usaha-usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan. Pengawas bertindak sebagai orang-orang kepercayaan anggota dalam menjaga harta kekayaan anggota dalam koperasi.

PENDEKATAN SISTEM PADA KOPERASI
1)      Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu:
a.       Organisasi dari orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi dan sifat-sifat sosial (pendekatan sosiologi).
b.      Perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam ekonomi pasar (pendekatan neo klasik).

2)      Interprestasi dari Koperasi sebagai Sistem
 Kompleksitas dari perusahaan koperasi adalah suatu sistem yang terdiri dari orang-orang dan alat-alat teknik. Sistem ini dinamakan sebagai Socio technological system yang selanjutnya terjadi hubungan dengan lingkungan sehingga dapat dianggap sebagai sistem terbuka, sistem ini ditujukan pada target dan dihadapkan dengan kelangkaan sumber-sumber yang digunakan.
3)      Cooperative Combine
a.       System sosio teknis pada substansinya
Sistem terbuka pada lingkungannya, system dasar target pada tugasnya dan sistem ekonomi pada penggunaan sumber-sumber.

b.      Semua pelaksanaan dalam keseluruhan kompleks dan pengaruh eksternal
Dipengaruhi oleh hubungan sistem, demikian juga dilihat dari sudut pandang ekonomi, tidak cukup hanya melaksanakan koperasi secara ekonomis saja, tetapi juga berhubungan dengan hubungan antar manusia dalam kelompok koperasi dan antara anggota dengan manajemen perusahaan koperasi dalam lapangan lain.
Contoh Cooperative Interprise Combine yaitu koperasi penyediaan alat pertanian, serba usaha, kerajinan, dan industri.

c.       The Businnes function Communication System (BCS)
Sistem hubungan antara unit-unit usaha anggota dengan koperasi yang berhubungan dengan pelaksanaan dari perusahaan koperasi untuk unit usaha anggotaa mengenai beberapa tugas perusahaan. Sistem Komunikasi antar anggota.

d.      Interpersonal Communication System (ICS)
Hubungan antara orang-orang yang berperan aktif dalam unit usaha anggota dengan koperasi yang berjalan. ICS meliputi pembentukan atau terjadi sistem target dalam koperasi gabungan.

4)      Sistem Informasi Manajemen Anggota
·         Manajemen memberikan informasi pada anggota, informasi yang khusus untuk penganalisaan hubungan organisasi dan pemecahan persoalan seoptimal mungkin.
·         Konfigurasi ekonomi dari individu membentuk dasar untuk pengembangaaan lebih lanjut.
·         Sifat-sifat dari anggota, sifat dari orang atau anggota organisasi serta sudut pandang anggota.
·          Intensitas kerjasama,  semakin banyak anggota semakin tinggi intensitas kerjasama atau tugas manajemen.
·         Distribusi kemampuan dalam menentukan target dan pengambilan keputusan.
·         Formalisasi kerjasama, fleksibilitas kerjasama dalam jangka panjang dan dapat menerima dan menyesuaikan perubahan.
·         Stabilitas kerjasama.
·         Tingkat stabilitas dalam CC ditentukan oleh sifat anggota dalam soal motivasi, kebutuhan bergabung dan lain-lain.

SUMBER

Nama Anggota :
Ichsan Arsyad T / 25214065 / ichsanarsyad99.blogspot.co.id


Henny Fatahilah / 24214918 / hennyfatahilah.blogspot.com
Hesti Ernawati / 24214968 / hestayo27.blogspot.com
Indah Ratna Mutia / 25214276 / veeyore.blogspot.com

Rabu, 13 Mei 2015

Kaitan antara kemiskinan,industrilisasi dan pengambilan SDA


    1. Pandangan manusia dalam Ruang dan waktu
Kelompok Roma khawatir apakah penduduk makin besar jumlahnya dapat terpenuhi kebutuhannya dg SDA makin terbatas adanya. Kelompok ini juga mengatakan bahwa banyak dari manusia yang berpandangan jangka pendek atau sempit dan sedikit yang jangka panjang
  1. Beberapa kesimpulan studi kelompok roma
Bila kecenrungan pertumbuhan jumlah      penduduk dunia, industrilisasi, pencema ran, dan pengambilan SDA tetap seperti saat ini, ba tas pertumbuhan di bumi ini akan tercapai 100 tahun lagi. Akibatnya jumlah penduduk akan berkurang secara drastis termasuk kapasitas sektor industri .Ada kemungkinan untuk mengubah kecendrungan pertumbuhan dan menciptakan keadaan ekologi dan ekonomi yang stabil di masa datang. Keseimbangan secara global di dunia ini dapat direkayasa shg kebutuhan setiap orang di dunia ini dapat dipuaskan dan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk merealisasikan potensi2 yang dimilikinya.Bila penduduk dunia mengambil keputusan untuk berjuang merealisasikan keadaa pada butir(2), semakin cepat mereka mulai, semakin cepat pula kemungkinan berhasilnya
  1. 2.      Bagaimana Cara Pemanfaatan SDA dalam Kaitan Pertumbuhan Ekonomi untuk Mengatasi Kemiskinan Di Era Industrialisasi
  • Ramalan pesimistis pertumbuhan ekonomi dan teknologi mengakibatkan rusaknya ekologi, shg kehidupan manusia dapat merosot
  • Ramalan optimistis  Dengan teknologi dapt diciptkan sumberdaya baru, pencemaran juga dapat dicegah (TUA), Shg pengurasan SDA dan pencemaran hanya bersifat sementara
  • Pencinta Lingkungan mengatakan satu2nya jalan untuk menyelamatkan dunia ini dari kehancuran adalah dg menekan laju pertumbuhan ekonomi.
  •  Kelompok ini  menekankan bahwa pencemaran lingkungan dan konsumsi SDA yg tidak pulih berkembang secara eksponensial (laju makin cepat)
  • Menurut Kelompok Roma ada 5 faktor yang saling tergantung yaitu penduduk, produksi pertanian,SDA, produksi industri pengolahan dan pencemaran lingkungan

  1. 3.      Jelaskan bagaimana Pengambilan SDA oleh Masyarakat Industry untuk Industrialisasi
Pencinta pertumbuhan ekonomi mengatakan masalah kekurangan semberdaya hanya sementar sifatnya, karena  dapat diatasi dengan kemajuan teknologi. Pertumbuhan ekonomi sangat perlu karena untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Environmentalist menyatakan permintaan terhdp SDA meningkat secara eksponensial dan teknologi juga akan berlaku hukun “diminishing returns”.SDA makin langka diperlukan untuk mene mukan dan mengambilnya biaya makin besar.
Beberapa cara pengambilan SDA  yang dilakukan oleh masyarakat industry yaitu:
  • Meningkatkan tersedianya SDA pada laju yang paling tidak sama dengan laju peng gunaan SDA. Kebijakan yang sekarang ini ditempuh dalam kebanyakan negara industri diarahkan untuk meningkatkan tersedianya SDA seperti mengintensifkan penelitian sumber2 minyak dan gas baru
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan SDA  dengan menggunakan “technical fix” yaitu pemecahan masalah yang secara teknis dan ekonomis layak atas dasar standar saat ini dan tidak memerlukan perubahan2 sosial dan kebudayaan yang bearti. Contoh mobil yang hemat energi
  • Menekan permintaan pada SDA. Contoh menggunakan kendaraan umum untuk menggantikan kendaraan pribadi
  1. 4.      Bagaimana kaitan antara kemiskinan, industrialisasi , dan pengambilan SDA
Kaitan antara kemiskinan, industrialisasi , dan pengambilan SDA demi pemanfaatannya untuk memenuhi pasar global maupun kebutuhan kehidupan masyarakat pada umumnya sangat lah penting dan ber[ppengaruh satu sama lain. Betapa tidak hal ini akan dibuktikan apabila suatu Negara itu miskin maka ia tidak bisa mengambil dan mengelola sumber daya alam yang ada sehingga ia tidak akan mewujudka Negara industrialisasi yang akan berpeluang memajukan Negara tersebut di era dan tuntutan zaman seperti sekarang ini.Dalam pengambilan SDA itu sendiri penting untuk mengetahui strategi dan kebijakan yang tepat serta unsur pendukung dan penghambat ddalam prosesnya, serta bagaiman hal itu akan mengurangi kemiskinan dan mewujudkan perekonomian industrialisasi yang seperti menjadi tuntutan di zaman sekarang ini.
  1. 5.      Apakah dasar hukum
Dasar hukum dari dikeluarkannya Peraturan Pemerintah ini antara lain adalah Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3215) sebagaimana kemudian diperbaharui dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699, mulai berlaku sejak diundangkan tanggal 19 September 1997) serta Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274).
Lingkungan hidup didefenisikan oleh Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan yang dimaksud dengan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup
Ref : http://dickyhendramulyadi.blog.com/2012/02/13/kaitan-antara-kemiskinanindustrilisasi-dan-pengambilan-sda/



Senin, 27 April 2015

HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DI INDONESIA

HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DI INDONESIA


1. Hambatan dalam memasuki bisnis Internasional

Pelaksanakan bisnis internasional memiliki hambatan yang jauh lebih besar ketimbang di pasar  domestik. Negara lain pasti punya kepentingan tersendiri untuk menghambat terlaksananya transaksi bisnis internasional. Selain itu kebiasaan atau budaya negara lain tentu saja akan berbeda dengan  negeri sendiri. Oleh karena itu, ada beberapa hambatan dalam memasuki bisnis internasional yaitu:
1. Batasan kuota dan tarif bea masuk:
Batasan kuota dalam bisnis internasional adalah apabila ada suatu negara yang tidak memperbolehkan transfer barang dalam jumlah yang besar. Sementara tarif bea masuk adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan baik barang impor maupun ekspor.
2. Perbedaan bahasa, sosial budaya/cultural:
Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional, hal ini disebabkan karena bahasa merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun tulis.  Pengaruh sosial budaya dalam bisnis internasional contohnya: Indonesia sebagai Negara berpenduduk mayoritas Islam, pasti menolak kehadiran Perusahaan Internasional yang menjual makanan haram,  semisal babi. Selain itu dalam hal busana, Perusahaan fashion tidak akan memasarkan produk bikini dan pakaian terbuka lainnya karena tidak cocok dengan kultur masyarakat Indonesia yang berpakaian sopan dengan ciri khas busana yang tertutup.
3. Kondisi politik dan hukum/perundang-undangan:
Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis antar kedua Negara tersebut. Ketentuan hukum ataupun perundang-undangan yang berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis  internasional. Contoh: Saat demokrasi terpimpin, Indonesia cenderung berpihak pada blok timur,  sehingga kedekatan Indonesia dengan Cina dan Rusia menyebabkan renggangnya hubungan Indonesia dengan negara blok barat dalam berbagai hal termasuk perdagangan barang ke dan dari negara blok barat.

4. Hambatan operasional:
Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah berupa masalah operasional, antara lain:

>Transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan tersebut dari negara yang satu ke negara yang lain. Keadaan ombak besar yang mengganggu perjalanan kapal laut ataupun kondisi cuaca yang mempengaruhi lalu lintas pengiriman barang melalui udara adalah salah satu contoh masalah transportasi  penghambat kegiatan pengiriman barang sementara waktu. Keadaan dapat lebih gawat apabila barang yang dikirim adalah barang yang cepat berada dalam kondisi tidak layak semisal ikan.  Waktu pengiriman barang yang tidak sesuai terkadang membuat Negara yang dituju langsung meng-cancel pembelian produk tersebut.
> Peraturan atau kebijakan Negara lain, dalam bentuk proteksi yaitu: usaha melindungi industri-industri di dalam negeri agar tidak disaingi oleh industri-industri dari luar negeri yang masuk ke dalam negara tersebut.
Contohnya: ada proteksi atas barang-barang Cina yang berupa industri alat-alat tulis untuk tidak masuk ke dalam pasar Indonesia, sehingga Perusahaan alat-alat tulis buatan Indonesia dapat lebih laris di pasar lokal, selain itu pemerintah biasanya memberi pinjaman untuk pengembangan usaha kepada  perusahaan tersebut sehingga suatu saat dapat bersaing di pasar internasional.
> Perbedaan tingkat upah:
Dapat dicontohkan apabila ada perusahaan multinasional yang dalam perluasan usahanya ke suatu Negara, memberikan upah kepada karyawannya  terlalu kecil dikarenakan berbagai hal semisal kurs mata uang.
2. Hambatan Perdagangan Internasional
Setiap negara selalu menginginkan perdagangan yang dilakukan antarnegara dapat berjalan dengan lancar. Namun, terkadang kegiatan perdagangan antarnegara juga mengalami beberapa hambatan. Hambatan-hambatan inilah yang dapat merugikan negara-negara yang
melakukan perdagangan internasional. Berikut ini beberapa hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional.
a. Perbedaan Mata Uang Antarnegara
Pada umumnya mata uang setiap negara berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menghambat perdagangan antarnegara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.
b . Kualitas Sumber Daya yang Rendah
Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional. Mengapa? Karena jika sumber daya manusia rendah,
maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.
c . Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila
membayarnya dilakukan secara langsung akan mengalami kesulitan. Selain itu, juga mempunyai risiko yang besar. Oleh karena itu negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran dengan tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau
menggunakan L/C.
d . Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.
e . Terjadinya Perang
Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal ini dapatmenyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.
f . Adanya Organisasi-Organisasi Ekonomi Regional
Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasiorganisasi ekonomi. Tujuan organisasi-organisasi tersebut untuk memajukan perekonomian negara-negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negaranegara
anggota. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan.
3. Peluang Bisnis Internasional di Indonesia
  • Di bidang perdagangan barang, Indonesia memiliki peluang ekspor yang lebih baik mengingat kekayaan sumber daya alam dan berlimpahnya tenaga kerja yang dimiliki.
  • Konsumen Indonesia yang memiliki banyak keanekaragaman dari segi culture dapat dijadikan peluang bisnis yang bagus.
  • Indonesia belum terlalu banyak mempunyai produk yang mampu bersaing di pasar Internasional

Contoh Bisnis Internasional yang masuk ke Indonesia
1. DUNKIN’ DONUTS
          Dunkin’Donuts pertama kali masuk ke Indonesia melalui Penanaman Modal Asing Langsungnya dengan membuka perusahaan pertamanya di Jakarta. Dunkin’ Donuts sebelumnya juga telah membuka cabang-cabangnya(franchise) di berbagai negara, seperti negara-negara di Eropa. Dunkin’Donuts pada mulanya tumbuh dan berkembang di kota Boston, Amerika Serikat pada tahun 1940 (dengan nama awal Open Kettle). Kemudian perusahaan ini terus tumbuh dan berkembang hingga akhirnya pada tahun 1970, Dunkin’Donuts telah berhasil menjadi perusahaan dengan merek internasional. Kemudian pada tahun 1983 perusahaan Dunkin’Donutsdibeli oleh Domecq Sekutu (Allied Domecq) yang juga membawahi Togo’s danBaskin Robins. Di bawah  Allied Domecq, perluasan pasar Dunkin’Donutssecara internasional semakin diintensifkan. Hingga akhirnya geraiDunkin’Donuts tersebar tidak hanya di benua Amerika saja, tetapi juga meluas ke benua-benua seperti  Eropa dan Asia. Di Indonesia sendiri, Dunkin’ Donuts mulai merambah pasarnya pada tahun 1985 dengan gerai pertama didirikan di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Khusus wilayah Indonesia,master franchise Dunkin’Donuts dipegang oleh Dunkin’ Donuts Indonesia. Saat pertama kali Dunkin’Donuts membuka gerai pertamanya di Indonesia (pada tahun 1980-an), tidak ada reaksi keras dari masyarakat untuk menentang perusahaan tersebut masuk. Masyarakat cenderung menyambut positif upaya perusahaan tersebut dalam memperluas jaringan  pasarnya. Mereka merasa senang atas hadirnya Dunkin’Donuts di Indonesia.

2. LEVI’S JEAN

Sebuah kisah menggambarkan sejarah  celana jeans yang telah diciptakan oleh Levi Strauss tahun 1880 ini, delapan tahun setelah jeans masuk ke Amerika Serikat (AS) tahun 1872. Jeans Levis pertama kali dibuat di Genoa, Italia tahun 1560-an. Kain celana ini biasa dipakai oleh angkatan laut. Orang Prancis menyebut celana ini dengan sebutan  “bleu de Génes”, yang berarti biru Genoa. Meski tekstil ini pertama kali diproduksi dan dipakai di Eropa, tetapi sebagai fashion, jeans dipopulerkan di AS oleh Levi Strauss, seorang pemuda berusia dua puluh tahunan yang mengadu peruntungannya ke San Francisco sebagai pedagang pakaian. Ketika itu, AS sedang dilanda demam emas. Levi Strauss & Co. adalah produsen pakaian di Amerika Serikat yang berdiri pada tahun 1853 oleh Levi Strauss. Perusahaan ini bersifat internasional dengan 3 divisi geografis yaitu:
1.    Levi Strauss North Americas, bermarkas di San Francisco,
2.    Levi Strauss Europe, dengan markas di Kota Brusel, 
3.    Levi Strauss Asia Pacific, markas di Singapura.

Jumlah karyawan perusahaan Levi Strauss & Co.  sampai saat ini telah mencapai sekitar 8.850 di seluruh dunia.

3.  EPSON

Awalnya EPSON yang ada saat ini memang bukan berasal dari Indonesia, produk asal Jepang ini menjadikan Indonesia sebagai pusat produksinya. EPSON sesungguhnya berawal dari usaha jam merek Seiko. Ya, merek jam yang terkenal itu merupakan cikal bakal berdirinya EPSON. Boleh dibilang EPSON adalah anak kandung Seiko. Didirikan Hisao Yamazaki pada 1942, Seiko berada di bawah bendera Daiwa Kogyo. Kala itu, Seiko amat terkenal akan keunggulannya dalam teknologi presisi kinetiknya. Teknologi ini sangat memperhatikan detail, ketepatan, serta keakuratan secara mekanis dan berulang. Sebuah  teknologi yang mencerminkan gaya hidup orang Jepang.

4. KFC

KFC (dulu dikenal dengan nama Kentucky Fried Chicken) adalah suatu merek dagang waralaba dari Yum! Brands, Inc yang bermarkas di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Didirikan oleh Col. Harland Sanders, KFC dikenal terutama karena ayam gorengnya, yang biasa disajikan dalam bucket.Col. Sanders mulai menjual ayam gorengnya di pom bensin miliknya pada tahun 1939 di Corbin, Kentucky yang selanjutnya pindah ke sebuah motel. Ia menutup usahanya pada akhir 1940-an sewaktu jalan tol Interstate melalui kotanya. Pada awal 1950-an, ia mulai berkeliling Amerika Serikat dan bertemu dengan Pete Harman di Salt Lake City, Utah, dan pada tahun 1952 bersama-sama mendirikan restoran Kentucky Fried Chicken yang pertama di dunia (restoran pertamanya tidak menggunakan nama tersebut). Sanders  menjual seluruh waralaba KFC pada tahun 1964 senilai 2 juta USD, yang sejak itu telah dijual kembali sebanyak tiga kali. Pemilik terakhir adalahPepsiCo, yang menggabungkannya ke dalam divisi perusahaan Tricon Global Restaurants yang sekarang dikenal sebagai Yum! Brands, Inc. Pada tahun 1997, Tricon terpisah dari PepsiCo.  Di Indonesia, pemegang hak waralaba tunggal KFC adalah PT. Fastfood Indonesia, Tbk (IDX: FAST) yang didirikan oleh Kelompok Usaha Gelael pada tahun 1978, dan terdaftar sebagai perusahaan publik sejak tahun 1994. Restoran KFC pertama di Indonesia dibuka pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta.

5. LG

Didirikan pada 1947, Lucky  Chemical Industrial Co. (sekarang disebut LG Chemical), adalah merupakan perusahaan kimia pertama di Korea. Perusahaan ini merupakan sebuah kerja sama antara keluarga Koo dan Heo, yang memiliki bisnis yang telah saling bersaing satu sama lain untuk beberapa generasi. Grup ini memperluas ke peralatan rumah tangga pada tahun 1958 di bawah nama Goldstar Electronics Co. GeumSung being Planet Venus(sekarang disebut LG Electronics), yang merupakan perusahaan elektronik pertama di negara tersebut.  LG Indonesia didirikan pada 15 Desember 1990 yang berpusat di Gedung Garuda Indonesia.

6.  BLACKBERRY

Berawal dari perusahaan kecil dengan modal hasil pinjaman, RIM berkembang menjadi perusahaan yang paling di kagumi dan di hormati di Kanada. Kisah sukses perusahaan dengan nama lengkap Research In Motion Ltd ini, berawal dari keinginan seorang pemuda yang di drop out dari kampusnya  untuk membuktikan diri. Adalah seorang berkebangsaan Yunani bernama Mike Lazardis yang berimigrasi  dari Turki ke Kanada pada tahun 1967. Pada usianya yang ke 23, Lazardis mendapat kenyataan pahit karena di keluarkan dari Universitas Waterloo, dimana dia mendalami teknik elektro. Lazardis mendapat pinjaman modal usaha dari teman dan keluarganya. Dengan modal tersebut, Lazarsis dan dua temannya mendirikan RIM di Waterloo,Ontario Kanada pada tahun 1984. BlackBerry pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub.
4. Tantangan Bisnis Internasional yang akan masuk ke Indonesia
Tantangan yang dihadapi Indonesia sangatlah besar yang meliputi :
  • Kurangnya kapasitas nasional
  • Lemahnya infrastruktur fisik
  • Kurang kondusifnya kondisi social-politik-hukum
  • Rendahnya investasi asing.
  • Biaya ekonomi tinggi
  • Tenaga kerja yang kurang kompetitif  yang kesemuanya menjadikan produk-produk Indonesia kurang kompetitif di pasar internasional

5. Hambatan yang dibuat oleh Indonesia
Kebijakan yang diberlakukan pada perdagangan internasional, bertujuan untuk melindungi industri dalam negeri. Kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri dari persaingan barang-barang impor disebut proteksi. Proteksi dalam perdagangan internasional terdiri atas kebijakan tarif, kuota, larangan impor, subsidi, dan dumping.

1. Tarif

Tarif adalah hambatan perdagangan berupa penetapan pajak atas barang-barang impor. Apabila suatu barang impor dikenakan tarif, maka harga jual barang tersebut di dalam negeri menjadi mahal. Hal ini menyebabkan masyarakat enggan untuk membeli barang tersebut, sehingga barang-barang hasil produksi dalam negeri lebih banyak dinikmati oleh masyarakat.

2. Kuota

Kuota adalah bentuk hambatan perdagangan yang menentukan jumlah maksimum suatu jenis barang yang dapat diimpor dalam suatu periode tertentu. Sama halnya tarif, pengaruh diberlakukannya kuota mengakibatkan harga-harga barang impor menjadi tinggi karena jumlah barangnya terbatas. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya pembatasan jumlah barang impor sehingga menyebabkan biaya rata-rata untuk masing-masing barang meningkat. Dengan demikian, diberlakukannya kuota dapat melindungi barang-barang dalam negeri dari persaingan barang luar negeri.

3. Larangan Impor

Larangan impor adalah kebijakan pemerintah yang melarang masuknya barang-barang tertentu ke dalam negeri. Kebijakan larangan impor dilakukan untuk menghindari barang-barang yang dapat merugikan masyarakat. Misalnya melarang impor daging sapi yang mengandung penyakit Anthrax.

4. Subsidi

Subsidi adalah kebijakan pemerintah dengan memberikan bantuan kepada produk dalam negeri. Subsidi yang dilakukan pemerintah dapat berupa keringanan pajak, pemberian fasilitas, pemberian kredit bank yang murah ataupun pemberian hadiah atau insentif dari pemerintah. Adanya subsidi, harga barang dalam negeri menjadi murah, sehingga barang-barang hasil produksi dalam negeri mampu bersaing dengan barang-barang impor.

5. Dumping

Dumping adalah kebijakan yang dilakukan oleh suatu negara dengan cara menjual barang ke luar negeri lebih murah daripada dijual di dalam negeri.

 KESIMPULAN

Perdagangan internasional diperlukan oleh semua negara termasuk Indonesia agar dapat memiliki apa yang tidak dimiliki negara tersebut dari negara lain dengan cara melakukan perdagangan dengan negara lain.
            Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut disebabkan oleh hal-hal berikut.
1.    Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan.
2.    Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara kenegara lainnya melalui bermacam peraturan seperti pabean, tarif, peraturan administrasi lainnya yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah.
3.    Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, hukum dalam perdagangan, kualitas sumber daya dan sebagainya.
            Tetapi walaupun perdagangan internasional tersebut perlu. Negara tidak harus melakukan perdagangan internasional setiap saat. Ada kalanya negara tersebut tidak melakukan perdagangan internasional, yaitu impor barang di saat produksi dalam negeri masih cukup ataupun surplus. Agar lebih mensejahterakan masyarakat negara tersebut, dan juga untuk menghemat devisa negara, agar tidak terus mengalami penurunan yang berpengaruh pada neraca pembayaran negara tersebut, yang memmbuat neraca pembayaran negara tersebut defisit.
            Jadi seperti yang kita ketahui hambatan hambatan yang ada dalam perdagangan internasional tidak semua berdampak negatif, namun juga ada yang berdampak bagi pemerintah dan pengusaha-pengusaha kecil di dalam negeri.
 
Daftar Pustaka 
 https://ririnoktarina.wordpress.com/2013/11/05/hambatan-bisnis-internasional/
http://ardianekp.blogspot.com/2013/12/contoh-makalah-hambatan-hambatan.html

Senin, 30 Maret 2015

Softskill: Jenis Sistem Ekonomi Di Dunia dan Perkembangan Sistem Ekonomi di Indonesia

Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal dikenal juga dengan sistem
ekonomi pasar. Sistem ekonomi liberal adalah
sistem ekonomi yang memberikan kebebasan
sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian
kepada masing-masing individu untuk memperoleh
keuntungan yang sebesar-besarnya.
Pada sistem ekonomi liberal, pengelolaan
perekonomian sepenuhnya diatur oleh kekuatan
pasar (yakni kekuatan permintaan dan penawaran).
Artinya individu atau swasta diberi wewenang penuh
dalam mengelola perekonomiannya. Wewenang
pemerintah dalam hal ini terbatas, mencakup
keselamatan dan kelangsungan hidup warga negara.
Seperti misal, larangan memproduksi obat bius dan
obat-obatan terlarang lainnya. Terdapat kebebasan
individu yang besar dalam melakukan kegiatan
ekonominya.
Penggagas sistem ekonomi liberal adalah Adam
Smith . Dia menuangkan idenya ini di dalam
bukunya yang berjudul The Wealth of Nation (1776).
Di dalam bukunya tersebut, Adam Smith
mengatakan bahwa “kemakmuran suatu negara akan
terwujud bila setiap individu diberikan kebebasan
yang seluas-luasnya untuk mencapai kemakmuran,
sehingga kehidupan ekonomi dapat berjalan secara
bebas sesuai dengan mekanisme pasar.
Yang menjadi latar belakang munculnya sistem
ekonomi liberal ini adalah paham yang berpendapat
bahwa manusia dilahirkan ke dunia disertai segala
macam hak dan kebebasan berupa hak dan
kebebasan untuk berproduksi, distribusi, dan
konsumsi.
Sistem ekonomi liberal dianut oleh sebagian besar
negara-negara di dunia, terutama di negara-
negara Eropa Barat, Amerika, Kanada, dan
Australia.
Untuk lebih jelasnya perhatikan ciri-ciri dari sistem
ekonomi liberal di bawah ini.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal
a. Bebas memiliki alat-alat dan sumber-sumber
produksi, baik perorangan maupun kelompok
b. Hak milik perorangan dijamin sepenuhnya
c. Kegiatan ekonomi sebagian besar dilakukan oleh
swasta
d. Campur tangan pemerintah sangat sedikit atau
terbatas
e. Modal mempunyai peran yang terpenting dalam
kegiatan ekonomi
f. Bebas bersaing dengan cara apa pun
g. Didorong oleh motif memperoleh laba sebesar-
besarnya
Kelebihan dari sistem ekonomi liberal, antara lain:
a. Setiap individu diberi kebebesan dan
kesempatan untuk berusaha
b. Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi
c. Setiap individu bebas memilih bidang usaha yang
disukainya
d. Persaingan dapat menyebabkan adanya dorongan
untuk maju
e. Produksi barang dan jasa berdasarkan kepada
kebutuhan pasar, yaitu kebutuhan masyarakat.
Adapun kekurangan sistem ekonomi liberal:
a. Kebebasan berusaha menyebabkan adanya
kelompok yang sangat dominan, sementara ada
kelompok yang lemah
b. Menimbulkan monopoli yang merugikan
masyarakat
c. Menimbulkan penindasan (eksploitasi) terhadap
manusia karena mengejar keuntungan atau laba
yang sebesar-besarnya
d. Tidak ada pemerataan pendapatan karena
setiap individu berlomba-lomba mencari
keuntungan.
Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis ini dipelopori oleh Karl
Marx , yang berawal dari penolakannya terhadap
sistem ekonomi liberal yang telah dipelopori oleh
Adam Smith . Dia berpendapat selama tuan tanah
atau pemilik modal diberikan kekuasaan dalam
mengelola ekonomi maka kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat tidak akan pernah tercapai
justeru akan terjadi perbudakan dan akan
memunculkan kelas-kelas di dalam masyarakat.
Oleh karena itu Karl Marx merancang sistem
ekonomi sosialis untuk mematahkan paham ekonomi
liberal.
Sistem ekonomi sosialis disebut juga sistem ekonomi
terpusat, karena semua pengelolaan perekonomian
sepenuhnya diatur oleh pemerintah. Jadi yang
dimaksud dengan sistem ekonomi sosialis adalah
suatu sistem ekonomi di mana seluruh sumber daya
dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan
oleh pemerintah.
Sistem perekonomian sosialis merupakan sistem
perekonomian yang menghendaki kemakmuran
masyarakat secara merata dan tidak adanya
penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran
yang merata pemerintah harus ikut campur dalam
perekonomian. Tetapi justeru karena sangat
besarnya campur tangan pemerintah,
mengakibatkan potensi dan daya kreasi masyarakat
akan mati dan tidak adanya kebebasan individu
dalam melakukan kegiatan ekonomi.
Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis
adalah negara-negara yang berideologi komunis
seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, RRC dan negara
komunis lainnya.
Adapun ciri-ciri sistem ekonomi sosialis sebagai
berikut:
a. Seluruh sumber daya dikuasai oleh negara
b. Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
c. Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan
diatur oleh pemerintah secara terpusat
d. Hak milik individu tidak diakui
Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis:
a. Semua kegiatan dan masalah ekonomi
dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah
mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya
perekonomian.
b. Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya
dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat
dilakukan dengan merata.
c. Pemerintah bisa lebih mudah melakukan
pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan
diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
d. Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam
pembentukan harga.
Adapun kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis:
a. hak milik pribadi tidak diakui,
b. potensi inisiatif dan daya kreasi masyarakat
tidak berkembang,
c. segala kebijakan pemerintah harus dilakukan
oleh rakyat dan pemerintah bersifat paternalisme.
Sistem Ekonomi Campuran
Kegagalan sistem ekonomi sosialis dan liberal
membuat kenyataan pada waktu sekarang ini tak
ada satu pun negara yang secara ekstrem
menerapkan sistem ekonomi tertentu (baik liberal
atau sosialis). Banyak negara yang menganut lebih
dari satu sistem ekonomi atau menganut sistem
ekonomi campuran. Sistem Ekomoni campuran
muncul sebagai upaya untuk mengatasi kelemahan-
kelemahan dari sistem-sistem ekonomi
sebelumnya.
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi
yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan
yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan
sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi
campuran pemerintah bekerja sama dengan pihak
swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian.
Pada sistem ekonomi campuran pemerintah
melakukan pengawasan dan pengendalian dalam
perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat)
masih diberi kebebasan untuk menentukan
kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka
jalankan. Adanya campur tangan dari pemerintah
bertujuan untuk menghindari akibat-akibat yang
kurang menguntungkan dari sistem liberal, antara
lain terjadinya monopoli dari golongan-golongan
masyarakat tertentu terhadap sumber daya
ekonomi.
Sistem ekonomi campuran banyak diterapkan di
negaranegara yang sedang berkembang, seperti
Malaysia, India, Filipina, Mesir, dan Maroko.
Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai sistem
ekonomi campuran, berikut ini ciri-ciri dari sistem
ekonami campuran.
a. Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh
pemerintah.
b. Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan,
dan menetapkan kebijaksanaan -kebijaksanaan di
bidang ekonomi.
c. Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang
ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang
ditetapkan pemerintah.
d. Hak milik swasta atas alat produksi diakui,
asalkan penggunaannya tidak merugikan
kepentingan umum.
e. Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan
sosial dan pemerataan pendapatan.
f. Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan
oleh mekanisme pasar.
Dengan demikian, dalam sistem perekonomian
campuran ada bidang-bidang yang ditangani swasta
dan ada bidang-bidang yang ditangani
pemerintah.
Sama halnya dengan sistem ekonomi lainnya, sistem
ekonomi campuran juga memiliki kelebihan dan
kekurangan. Akan tetapi, kelebihan dan
kekurangannya tergantung kepada setiap negara
dalam mengatur sistem ekonominya tersebut.

Perkembangan Sistem
Perekonomian Indonesia
1. SEJARAH PERKEMBANGAN
1. 1950-1959 : Sistem ekonomi liberal (masa
demokrasi)
2. 1959-1966 : Sistem ekonomi etatisme (masa
demokrasi terpimpin)
3. 1966-1998 : Sistem ekonomi pancasila
(demokrasi ekonomi)
4. 1998-sekarang : Sistem ekoonomi pancasila
(demokrasi ekonomi) yang dalam prakteknya
cenderung liberal
2. PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI
SEBELUM ORDE BARU
Sejak negara republik Indonesia berdiri sudah
banyak tokoh-tokoh negara yang telah
merumuskan perekonomian yang tepat bagi
bangsa Indonesia, baik secra individu maupun
melalui diskusi kelompok. Di Amerika tahun 1949
menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah
ekonomi semacam campuran tetapi telah
disepakati suatu bentuk ekonomi baru yang
dinamakan sebagai sistem ekonomi pancasila
yang didalamnya mengandung unsur penting yang
disebut demokrasi ekonomi.
Demokrasi ekonomi dipilih, karena memiliki ciri-
ciri yang positif yaitu:
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama
atas asas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi
negara dan menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara.
3. Wraga negara memiliki kebebasan dalam
meilih pekerjaan yang dikehendakinya serta
mempunyai hak akan pekerjaan dan
penghidupan yang layak.
4. Hak milik perorangan diakui dan
pemanfaatnanya tidak boleh bertentangan
dengan kepentingan masyarakat.
5. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap
warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam
batas-batas yang tidak merugikan kepentingan
umum.
6. Fakir miskin dan anak-anak terlantar
dipelihara oleh negara.
Dengan demikian perkonomian Indonesia tidak
mengizinkan adanya:
1. Free fiht liberalism, yaitu adanya suatu
kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga
memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum
ekonomi yang lemah dan terjajah.
2. Etatisme, yaitu keikutsetaan pemerintah yang
terlalu dominan sehingga mematikan motivasi
dan kreasi masyarakat untuk berkembang dan
bersaing secara sehat.
3. Monopoli, suatu bentuk pemusatan kekuatan
ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga
tidak memberikan pilihan lain pada konsumen
untuk tidak mengikuti keingian sang monopoli.
Meskipun awal perkembangan pereokonomian
indonesia menganut sistem ekonomi pancasila.
Ekonomi demokrasi dan mungkin ‘campuran’
namun bukan berarti sistem perokonomian
libelaris dan etatisme tidak pernah terjadi di
Indonesia.
Faktor-faktor penyebab beberapa sistem
perekonomian Indonesia adalah program
tersebut disusun oleh tokoh yang relatif bukan
bidangnya, namun oleh tokoh politik, sehingga
keputusan yang dibuat cenderung menitik
beratkan pada masalah politik bukan masalah
ekonomi.
Akibat lanjutan dari kegagalan diatas dana
negara yang seharusnya di alokasikan untuk
kepentingan kegiatan ekonomi justru di
alokasikan untuk kepentingan politik dan perang.
Adanya kecenderunagn terpengaruh untuk
mennggunakan sistem perekonomian yang tidak
sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.
Akibat yang ditimbulkan dari sistem etatisme
yang pernah terjadi di indonesia pada periode
tersebut dapat dilihat pada bukti berikut :
1. Semakin rusaknya sarana produksi dan
komunikasi yang membawa dampak menurunnya
nilai eksport.
2. Hutang luar negeri yang justru dipergunakan
untuk proyek mercu suar
3. PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI
INDONESIA
SETELAH ORDE BARU
Setelah orde baru mulai dilaksanakannya sistem
ekonomi yang diinginkan oleh rakyat Indonesia.
Setelah begitu sulit melalui masa penuh
tantangan dan pada akhirnya para wakil rakyat
sepakat kembali menempatkan sistem ekonomi
pada nilai yang tercantum dalam UUD 1945.
Kegiatan ekonomi selanjutnya didasarkan pada
acuan sistem demokrasi ekonomi dan sistem
ekonomi pancasila dan juga dilakukan
serangkaian rehabilitasi pada awal orde baru.
Tujuannya untuk :
1. Membersihkan segala aspek kehidupan dari
sisa faham dan sistem perekonomian yang lama.
2. Menurunkan dana mengendalikan laju inflasi
yang saat itu sangat tinggi.
Berdasarkan pada sumber yang dapat di percaya
tercata bahwa :
Tingkat inflasi tahun 1966 sebesar 650 %
Tingkat inflasi tahun 1967 sebesar 120 %
Tingkat inflasi tahun 1968 sebesar 85 %
Tingkat inflasi tahun 1969 sbesar 9,9 %
Dari data tersebut menjadi jelas mengapa
rencana pembangunan lima tahun pertama
(REPELITA 1) baru dimulai pada tahun 1969.

Jumat, 09 Januari 2015

Study Kasus Manajemen Organisasi

Studi kasus satu: Struktur Organisasi untuk Manajemen Talenta Situasi  Banyak organisasi memperkenalkan strategi manajemen talenta dengan menempelkannya pada struktur yang sudah ada dalam organisasi.  Studi kasus ini menggambarkan suatu pendekatan di mana strategi manajemen talenta menjadi bagian integral dari struktur organisasi dan menjadi basis bagi pengembangan strateginya.   Dalam kasus ini perusahaan menginginkan secepatnya karyawan bertanggung jawab memberi laba nyata bagi perusahaan. Apabila berhasil, setelah kemampuan karyawan berkembang, perusahaan memberi tanggung jawab yang lebih besar lagi. Falsafah pengembangan tanggung jawab ini digabungkan dengan konsep yang disebut sebagai “fully burdened profit center”.  Dalam konsep ini, profit center menanggung biaya langsung plus biaya overhead korporat yang dialokasikan kepada profit center tersebut. Biaya overhead tersebut, bersama dengan pendapatan yang dihasilkan masing-masing profit center, digunakan untuk menghitung posisi laba rugi bulanan. Hasil kumulatif profit center dalam suatu divisi menghasilkan laba rugi divisi dan kumulatif laba rugi divisi menghasilkan laba rugi Grup.Isu UtamaIsu utama dalam pendekatan ini adalah sebagai berikut:    •    Pengalokasian biaya overhead dan biaya tidak langsung secara adil pada masing-masing profit center.    •    Pengembangan sistem pelaporan dan prakiraan (forecasting) pada level pelaporan yang paling rendah dan yang akan memungkinkan agregasi (penggabungan) dalam divisi dan sampai level Grup.    •    Perekrutan, pengembangan dan pelatihan  staf yang mampu bekerja dalam struktur ini dan berjuang dalam budaya ini.    •    Pengembangan proses perencanaan tahunan yang efektif yang merupakan kombinasi parameter dari bawah ke atas (bottom-up) dan dari atas ke bawah (top-down) di mana sasaran bisnis pusat laba diasimilasikan ke dalam rencana dan sasaran pertumbuhan Grup.Cara-cara penanganan beberapa isu tersebut akan dibahas di bagian berikut.Masalah  Tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah bagaimana mengalokasikan biaya overhead grup kepada masing-masing profit center secara adil. Grup memiliki biaya langsung dan tidak langsung yang menjadi biaya overhead yang harus dialokasikan ke profit center di setiap divisi. Biaya overhead group mencakup biaya administrasi keuangan dan gedung, biaya SDM grup, biaya pemasaran grup, biayamanaging director grup, dan biaya managing director divisi-divisi. Semua biaya ini merupakan 50% dari overhead keseluruhan. Selain itu, masih ada biaya overhead dari biaya tidak langsung, seperti biaya sewa gedung, biaya penerangan, telepon, peralatan kantor, dan biaya operasional langsung.    Pendekatan ini mendorong para manajer profit center untuk mengkaji kembali laba yang dibuatnya dengan mempertimbangkan biaya overhead grup yang harus ditanggung. Program imbal jasa dan penghargaan mereka didasarkan pada pencapaian target laba yang dibuat setelah menanggung overhead Grup.Penulis studi kasus ini, saat ini menjadi eksekutif senior perusahaan ini. Dia menceriterakan betapa terbukanya diskusi pada proses perencanaan tahunan di mana overhead grup digabungkan dan kemudian dialokasikan ke masing-masing pusat laba.   Direktur Pemasaran Grup harus mengukur kontribusinya dan pendapatan yang akan diperolehan dari anggaran promosi Pemasaran Grup. Pertanyaan yang sama muncul terhadap fungsi Keuangan Grup dan fungsi SDM Grup. Kombinasi check and balance, bersama dengan transparansi proses, merupakan bagian dari program pengembangan talenta. Manajer pada profit center yang ambisius, akan termotivasi untuk menunjukkan kemampuannya menghasilkan laba yang tinggi, terus mengawasi pengeluaran yang tidak memberi kontribusi nyata pada laba atau yang mengganggu kemampuannya menghasilkan laba yang ditargetkan.  Salah satu komentator eksternal berpendapat bahwa perusahaan tersebut seperti perahu yang ‘dapat pergi ke mana saja untuk mendapatkan uang tanpa membawa beban.”   Tantangan serius yang kedua adalah untuk menemukan keseimbangan antara mental ‘robber baron’ dengan etos ‘good for the Group‘.Inti dari tantangan ini adalah aspek tersembunyi lain dari strategi manajemen talenta, yaitu mendapatkan dan mengembangkan karyawan yang berkinerja tinggi. Pada level profit center, manajer pusat laba berupaya menarik dan mempertahankan orang-orang yang memiliki kemampuan tinggi untuk menghasilkan laba. Semangat tim yang kuat ditumbuhkan dan dikembangkan, dan jika tim berhasil mencapai target, semangat kerja menjadi tinggi dan etos kerja berkembang.  Meskipun semangat dan etos kerja ini diharapkan, ada juga sisi negatifnya. Salah satunya adalah ‘nuansa perang’ di mana unit laba yang satu dengan yang lain akan berkompetisi dalam bisnis yang sama. Seringkali, hal ini membuat pelanggan menjadi bingung (karena diperebutkan oleh profit center-profit center) dan menjadi kelemahan Grup secara keseluruhan.   Secara teori, salah satu peran Managing Director Divisi adalah mengarbitrase persaingan antar pusat laba, dan memutuskan batas-batas wilayah masing-masing unit laba. Masalah klasiknya adalah prospek atau pelanggan yang beroperasi di suatu wilayah, tetapi memiliki unit-unit di wilayah lain yang menjadi ‘wilayah kekuasaan’ dari pusat-pusat laba yang berbeda-beda dari Grup.  Dampak negatif kedua adalah tumbuhnya sikap ‘kerajaan saya’ yang menjadikan sumber daya pada pusat laba bersifat eksklusif, tidak boleh digunakan oleh pusat laba atau bagian lain. Masalah muncul ketika suatu unit laba kapasitasnya sedang ‘berlebih’, sementara pusat laba lain sedang ‘kekurangan’. Memang ini merupakan bagian dari siklus bisnis, tetapi sangat mengganggu kinerja bisnis Grup secara keseluruhan apabila antar pusat laba tidak dapat berbagi sumber daya. Kondisi ini diatasi dengan model pembebanan antar unit.    Semua isu ini menjadi bagian dari bahan budaya perusahaan dan konsep yang mendasarinya membentuk bagian yang penting proses induksi bagi karyawan baru. Etos untuk fokus pada pencapaian laba perusahaan ini merupakan unsur integral dalam struktur organisasi yang tercermin dan didukung oleh etos fokus laba.   Masalah utamanya adalah komunikasi strategi sebagai falsafah operasional. Hal ini dipecahkan melalui kombinasi struktur, proses dan pengembangan diri. Cara bagaimana menangani masalah tersebut dijelaskan di bawah ini.Solusi Strategi yang diambil perusahaan adalah merekrut karyawan lulusan pendidikan S1 untuk memberi tenaga baru dengan kapasitas intelektual yang diinginkan.  Tahun pertama bagi karyawan baru adalah mengikuti kombinasi pelatihan teknis dengan mendapatkan pengalaman di lapangan di profit center. Pada awal tahun, masing-masing profit center mengidentifikasi lulusan S1 yang dibutuhkan, dengan menanggung biaya perekrutan dan pelatihan.Program perekrutan karyawan baru dikelola oleh Departemen SDM Grup, yang juga memonitor perkembangan karyawan yang direkrut sejak awal tahun. Salah satu sasaran dari proses ini adalah mengidentifikasi pola dan tren yang akan membantu memastikan proses seleksi awal dapat mengidentifikasi karakteristik karyawan yang baru direkrut yang membuat kemajuan terbaik dari segi pengembangan karier.   Bagi mereka yang sudah berada dalam perusahaan yang telah lolos program pelatihan, proses pengembangan karier membawa mereka melewati serangkaian peningkatan level tanggung jawab untuk mencapai hasil tertentu.Inilah strategi manajemen talenta instrinsik yang diperkuat dengan budaya perusahaan. Ketika seorang karyawan berhasil menunjukkan kemampuan untuk menjalankan suatu level tanggung jawab tertentu – misalnya sebagai pemimpin tim atau manajemen proyek – mereka berhak untuk menerima peran dengan lingkup tanggung jawab yang lebih besar dan lebih luas.   Mereka menjadi sangat akrab dengan perencanaan keuangan dan pemodelan laba karena mereka juga menjadi bagian dari proses perencanaan anggaran tahunan.  Pada tahap tertentu dalam karier mereka maju ke hadapan panel promosi. Salah satu sasaran panel ini adalah untuk memastikan bahwa karyawan berkinerja tinggi di divisi-divisi tidak akan terlewat untuk mendapat kesempatan memegang peran eksekutif pada bagian lain yang perlu diisi.Hasil dan manfaat   Dengan pendekatan dan struktur seperti ini perusahaan dapat menghasilkan pertumbuhan dan laba yang stabil dalam periode waktu yang lama.Budaya dan etos berarti bahwa perusahaan mampu membuat penyesuaian yang cepat pada kondisi pasar dan selalu memiliki tim eksekutif muda yang mampu menggali peluang-peluang baru.  Perusahaan memiliki kekuatan manajemen yang kokoh dan dapat dengan cepat mengidentifikasi bintang-bintang yang baru muncul yang dapat mengelola tantangan baru. Kualitas dan kekuatan pendekatan yang mendasarinya tercermin dalam pendekatan yang diadopsi oleh mereka yang pergi untuk memimpin perusahaan lain. Di perusahaan lain, ternyata mereka menerapkan konsep yang sama.   Budaya tersebut juga menciptakan loyalitas pada perusahaan yang kuat. Hal ini terbukti dari banyak eksekutif yang menggabungkan kariernya ke luar perusahaan, tetapi akhirnya kembali lagi dengan keahlian baru.Program penguatan   Pada awal penyerapan budaya perusahaan, para karyawan baru melalui proses osmosis – melihat dan meniru. Ketika perusahaan berkembang, mulai disadari bahwa proses ini memerlukan dokumentasi dan pelatihan formal. Pesatnya perkembangan perusahaan, menuntut perekrutan karyawan besar-besaran yang mengharuskan formalitas dokumentasi dan pelatihan.  Panel promosi ditetapkan melalui proses formal untuk menominasikan kandidat yang akan dipromosikan. Salinan hasil evaluasi kinerja terbaru didukung dengan aplikasi ini. Pada level senior, kursus pelatihan tertentu diidentifikasi yang memberi pendidikan dalam perencanaan korporat, manajemen program dan berbagai keterampilan lunak (soft skill). Meskipun perusahaan tidak secara formal menyeponsori karyawannya mengambil kursus MBA, perusahaan melakukan perekrutan manajer senior dengan kualifikasi lulusan program MBA dan menyerap keahlian mereka ke dalam budaya.  Meskipun perusahaan belum memutuskan untuk mengembangkan strategi manajemen talenta, struktur yang diadopsi dan budaya perusahaan yang memayunginya, berkontribusi pada pengembangan falsafah talenta dalam strategi formal.Sumber :http://huxleyi.wordpress.com/2009/02/16/studi-kasus-1-struktur-organisasi-untuk-manajemen-talenta/Analisis  Perusahaan menginginkan secepatnya karyawan bertanggung jawab memberi laba nyata bagi perusahaan dan dalam kasus ini perusahan menggambarkan  suatu pendekatan dimana strategi manajemen talenta menjadi bagian integral dari struktur organisasi dan menjadi basis bagi pengembangan strateginya. perusahaan menggunakan pendekatan pengalokasian biaya over head dan biaya langsung secara tidak adil pada masing-masing profit center, pengembangan sistem pelaporan dan prakiraan, prekrutan, pengembangan ddan pelatihan staf dan mengembangkan proses perencanaan tahunan yang efektif.   Hasil dari pendekatan dan struktur , perusahaan menghasilkan pertumbuhan dan laba yang stabil dalam periode waktu yang lama. budaya dan etos berarti perusahaan mampu membuat penyesuaian yang cepat pada kondisi pasar dan selalu memiliki tim eksekutif muda yang mampu menggali peluang-peluang baru. perusahaaan memiliki manajemen yang kokoh. perusahaan menerapkan penyerapan kepada karyawan melalui proses osmosis, melihat dan meniru. dalam pesatnya perkembangan perusahaan menuntut prekrutan karyawan besar-besaran yang mengharuskan formalitas dokumentasi dan pelatihan.